![]() |
| Foto Bersama Pimpinan Nasional GEMA GONG PANCASILA, Wardi_Jien, SH dan Ketua Umum Majelis Dzikir Annisa Nurussalam, Ibu Hj. RAN Tuty Tanoedjiwa serta Pengurus lainnya (foto : nuri) |
Tampilkan postingan dengan label GONG PANCASILA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GONG PANCASILA. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Juni 2016
BUKBER GONG PANCASILA dan MD ANNISA NURUSSALAM, serta Pemberian Santunan Bagi Fakir Miskin
Minggu, 12 Juni 2016
GEMA GONG PANCASILA Buka Puasa Bersama; WARDI_JIEN, SH; Reaktualisasi Gerakan menuju NKRI
![]() |
| foto : nuri |
Pnews, JAKARTA – Ramadhan merupakan sebuah salah satu sarana
dalam mengaktualisasikan diri untuk saling bersilaturahmi antar sesama. Dalam momentum
ini, WARDI_JIEN, SH, selaku Pimpinan Nasional Gerakan Masyarakat Gotong Royong
Pancasila (GEMA GONG PANCASILA) melakukan buka puasa bersama para aktivis
Gerakan se-Jakarta, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Juni 2016.
Dalam kesempatan
tersebut, Buka Puasa tersebut dihadiri ± 100 orang, antara lain; DR. Hj.
Rustuty Rumagesan (Ratu Kokoda, Papua Barat), Kang Sastro, Adiyaksa Wibowo,
Dolly Yatim (Rakyat Tanpa Partai), Ali (Pejuang Tanpa Akhir), Bambang Santoso,
Vinca Irene (Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia), Iksan Matel (Pengamen Jalanan), Djen Musadi, Nico (Jurnalis), perwakilan warga depok dan tangerang dan banyak lainnya.
Kamis, 09 Juni 2016
9 Fakta Garuda Pancasila yang Bikin Nasionalisme Kamu Bangkit
Kamis, 02 Juni 2016
45 butir butir Pancasila sesuai dengan TAP MPR. No. 1/MPR/2003
![]() |
| Garuda Pancasila (foto: istimewa) |
Sejak tahun 2003, berdasarkan Tap MPR No. 1/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti menjadi 45 butir butir Pancasila. Namun sayangnya tidak ada kebijakan pemerintah untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi lewat media seperti generasi masa lalu sewaktu masih SD, hampir semua murid harus hafal 36 butir butir Pancasila dan setiap malam disuguhkan kebanggaan pada Garuda Pancasila lewat layar kaca.
Berikut ini 45 Butir-Butir Pengamalan Pancasila (Eka Prasetia Panca Karsa) yang baru sesuai dengan Tap MPR No. 1/MPR/2003.
Jumat, 27 Mei 2016
MABES POLRI terima GEMA GONG PANCASILA untuk audience Pengejawantahan Nilai-Nilai Pancasila
![]() |
| Audience dengan MABES -POLRI Jakarta - 27 Mei 2016 (foto : nuri) |
Dalam pengantarnya, Brigjen. Bambang Sucahyosangat merespon positif program-program dan kegiatan-kegiatan GEMA GONG PANCASILA, dimana saat ini banyak issu yang benar-benar merong-rong Pancasila, bukan hanya dari luar Negara namun juga dari dalam negara ini, seperti kasus PKI yang beberapa saat lalu sempat membuat heboh di Indonesia.
Di lain sisi, Wardi_Jien, SH selaku Pimpinan Nasional GEMA GONG PANCASILA selain mengamini pernyataan Brigjend Bambang Sucahyo, juga menyebutkan bahwa gerakan GEMA GONG PANCASILA bukan hanya dilakukan di Jakarta, namun juga telah dilakukan di Papua Barat, Madura, Demak, Nusa Tenggara, Bali dan lainnya. Lebih daripada itu, sangat diharapkan kerjasama dengan pihak kepolisian Republik Indonesia dalam rangka pembentukan character building bukan hanya bagi aparat juga bagu seluruh lapisan masyarakat.
Kamis, 26 Mei 2016
Apek Saiman Terima Kunjungan Majelis GEMA GONG PANCASILA
![]() |
| ilustrasi (foto:istimewa) |
JAKARTA, 250516 - Sejalan dengan upaya untuk mengembalikan
nilai-nilai Pancasila sebagai sebuah ideologi dalam berbangsa, maka Wardi_Jien,
SH, selaku pimpinan Majelis GEMA GONG PANCASILA menyambangi sekretariat
Komunitas Masyarakat Jakarta Utara (KOMJU). Dalam kunjungan singkat tersebut, Apek
Saiman yang akrab disapa Bang Apek, selaku Koordinator KOMJU menerima dengan
baik kedatangan Majelis GEMA GONG PANCASILA (Wardi_Jien, SH, Alam Massiri,
Iksan Matel dan Syarif.
Dalam diskusi singkat tersebut, Bang Apek sangat setuju
dengan tujuan GEMA GONG PANCASILA, yang mengusung PANCASILA sebagai dasar dalam
berideologi dalam bangsa Indonesia ini. Secara singkat Bang Apek menyebutkan pula
bahwa, “nilai-nilai Pancasila hari ini mulai tergerus dengan peradaban, mulai
terlupa dengan nilai-nilai ketimuran sebagai salah satu tolak ukur dalam
berbangsa di Indonesia tercinta.
Sabtu, 21 Mei 2016
Bersepakat Memperjuangkan Pancasila, GEMA GONG PANCASILA bergandengan tangan dengan FRONT PANCASILA
![]() |
| suasana diskusi (foto : Ali Hamzah) |
Jakarta - Menindaklanjuti Deklarasi yang telah dilaksanakan oleh GEMA GONG PANCASILA, Wardi_Jien, SH, melakukan sharing kepada banyak fihak, tentang upaya mengembalikan nilai-nilai Pancasila yang sementara ini dirong-rong oleh banyak fihak, baik kembali menguatnya Issu PKI, ISIS, Narkoba dan Korupsi.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Nasional Front Pancasila, Nanang Qosim, mempertegas hal tersebut dengan mengungkapkan bahwa kehadiran komunisme gaya baru cukup memberi pukulan telak bagi pemerintah RI, lebih lanjut disebutkan bahwa pada siang hari tadi (sabtu/21 Mei 2016), salah satu tokoh PKI, Bejo, secara terang-terangan dalam aksi yang digelar bersama dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Sharing yang dilakukan oleh GEMA GONG PANCASILA dan FRONT PANCASILA menyepakati akan membuat gerakan bersama dalam rangka menolak kebangkitan PKI di Indonesia, dengan mengajak seluruh elemen untuk bersama bahu membahu menolak PKI.
Gema Gong Pancasila Resmi Mendeklarasikan Kelurahan Kenari sebagai Kelurahan Gotong Royong Pancasila
![]() |
| foto : wardi_jien |
Adanya Gema Gong ini tidak lain hanyalah untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai Ras, Agama, Pulau dll.
Pendeklarasian ini dihadiri oleh warga Kelurahan Kenari, Banser, Danramil, Ormas Laskar Merah Putih, Pemuda Pancasila, Karang Taruna Kelurahan Kenari dll, sekaligus santunan anak yatim-piatu yang berlangsung di halaman parkir Museum Muhammad Husni Thamrin, Minggu (8/5/2016).
Selaku Pimpinan Majelis, dalam sambutanya Wardi mengatakan bahwa Ia sangat senang dengan hadirnya Gema Gong Pancasila.
"Maksud acara ini adalah karena bangsa ini sudah semrawut akibat kepentingan pribadi, politik dll dan adanya iri dengki, dan syirik", Tandasnya.
"Kenapa disebut Gotong Royong, karena Koruptor, ISIS, Komunis semuanya bergotong royong tapi tidak berpancasila. Mari bersatu apapun Agama kita, ras kita semua ini demi Pancasila, karena Pancasila adalah jiwa kami. Mencari ekonomi tanpa Pancasila adalah Rampok dan Jika tidak cinta Pancasila maka jangan ke Indonesia, jangan mau diadu domba", Tambahnya dengan semangat yang berapi-api.
Kemendagri Terima GEMA GONG PANCASILA dalam Audience 20 Mei 2016
![]() |
| foto : istimewa |
GEMA GONG PANCASILA yang diwakili oleh Nur Ridwan, Alam Massiri dan Tanuri menjelaskan bahwa pasca Pelaksanaan Deklarasi tersebut, membawa respon yang tidak kecil, beberapa daerah yang segera merespon untuk melakukan hal yang sama antara lain adalah Bekasi, Banyuwangi, Madura, dan Kepulauan Riau.
Besarnya respon ini diharapkan dapat mengantisipasi banyak hal yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini, baik tentang Issu PKI, terorisme dan banyak hal lainnya.
Rabu, 18 Mei 2016
Gema Gong Pancasila adakan Deklarasi untuk Kembali Cinta Pancasila
JAKARTA – Bertempat di Museum Muhammad THamrin dilangsungkan kegiatan atas inisiatif sebuah ikon menamakan dirinya Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Gema Gong Pancasila) yang bertema "Deklarasi Kelurahan Kenari sebagai Kelurahan Gotong Royong Pancasila" digelar di Museum Muhammad Husni Thamrin, Kelurahan Kenari tepatnya berdekatan dengan RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Minggu (9/5) lalu.
Menurut pandangan Wardi_Jien, SH selaku pimpinan Majelis, bahwa Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Gema Gong Pancasila) merupakan suatu inisiatif sebuah ikon, Gerakan Cinta Pancasila, dimana dideklarasikan berkisar setahun yang lalu di bilangan kawasan Senen tepatnya di monumen HKSN.
Deklarasi setahun yang lalu dihadiri ketua MPR RI Zulkifli Hasan serta mantan Pangdam Jaya Agus Sutomo yang concern dengan kondisi negara akan Gerakan Cinta Pancasila, paparnya.
Menurut dia, Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila atau disingkat Gema Gong Pancasila dalam hal ini merupakan kegiatan akan terjun langsung ke masyarakat berupaya merespon kondisi Negara ini yang mana sedang begitu rumitnya.
Ketua MPR: Sila ke-4 Pancasila Maknanya Sudah Menjauh
![]() |
| Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan pandangannya saat menjadi pembicara dalam bedah buku "Kebudayaan dalam Politik" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (11/3/2015). L6 |
Terkait Isu PKI, Ini Tanggapan Wardi
JAKARTA, Dalam menanggapi maraknya isu Partai Komunis Indonesia (PKI), Pimpinan Majelis Gerakan Gotong Royong Pancasila, Wardi turut menanggapi peristiwa tersebut dengan menanamkan moral pancasila.
“Menanggapi banyaknya isu terang PKI di media masa saya Wardi Jien SH selaku pimpinan Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Majelis Gema Gong Pancasila) menyampaikan bahwa sejak awal kami sudah menduga sebelumnya,” ungkap Wardi kepada citraindonesia.com, di Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).
Oleh karena itu, jelasnya, pada hari Minggu, 5 April 2015 di patung HKSN senen, Majelis Gema Gong Pancasila, yang bersama ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan, Pangdam Jaya BPK Mayjien Agus Utamo, para Kepala Suku Raja dan Sultan juga beberapa Ormas dan LSM telah membuat sebuah deklarasi Gema Gong Pancasila dalam rangka setia cinta dan sepakat bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia.
“Menanggapi banyaknya isu terang PKI di media masa saya Wardi Jien SH selaku pimpinan Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Majelis Gema Gong Pancasila) menyampaikan bahwa sejak awal kami sudah menduga sebelumnya,” ungkap Wardi kepada citraindonesia.com, di Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2016).
Oleh karena itu, jelasnya, pada hari Minggu, 5 April 2015 di patung HKSN senen, Majelis Gema Gong Pancasila, yang bersama ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan, Pangdam Jaya BPK Mayjien Agus Utamo, para Kepala Suku Raja dan Sultan juga beberapa Ormas dan LSM telah membuat sebuah deklarasi Gema Gong Pancasila dalam rangka setia cinta dan sepakat bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia.
Gema Gong Pancasila: Deklarasi Kelurahan Kenari sebagai Kelurahan Gotong Royong Pancasila
JAKARTA, Berita HUKUM - Acara kegiatan atas inisiatif 'sebuah ikon gerakan' Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Gema Gong Pancasila) yang bertaut "DEKLARASI Kelurahan Kenari sebagai Kelurahan Gotong Royong Pancasila" yang digelar di Museum Husni Thamrin, berlokasi di kelurahan Kenari, tepatnya berdekatan dengan RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada, Minggu (9/5).
Menurut pandangan Wardi Jien, SH selaku Pimpinan Majelis bahwa, Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Gema Gong Pancasila) yang merupakan suatu 'inisiatif sebuah ikon', Gerakan Cinta Pancasila, yang mana dideklarasikan berkisar setahun yang lalu di bilangan kawasan Senen, tepatnya di monumen HKSN. "Ketika deklarasi setahun yang lalu itu dihadiri pula Ketua MPR RI bapak Zulkifli Hasan, serta Pangdam Jaya Agus Sutomo yang concern dengan kondisi negara akan Gerakan Cinta Pancasila," ungkap Pimpinan Majelis Gema Gong Pancasila itu, Jakarta (9/5).
Menurut pandangan Wardi Jien, SH selaku Pimpinan Majelis bahwa, Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong Pancasila (Gema Gong Pancasila) yang merupakan suatu 'inisiatif sebuah ikon', Gerakan Cinta Pancasila, yang mana dideklarasikan berkisar setahun yang lalu di bilangan kawasan Senen, tepatnya di monumen HKSN. "Ketika deklarasi setahun yang lalu itu dihadiri pula Ketua MPR RI bapak Zulkifli Hasan, serta Pangdam Jaya Agus Sutomo yang concern dengan kondisi negara akan Gerakan Cinta Pancasila," ungkap Pimpinan Majelis Gema Gong Pancasila itu, Jakarta (9/5).
Selasa, 03 Mei 2016
Senin, 06 April 2015
Ketua MPR Deklarasikan Gema Gong Pancasila
![]() |
| DR. Zulkifli Hasan, MSc (foto: istimewa) |
Di Monument HKSN, sebuah tempat yang dihimpit Stasiun Kereta Api Senen dan Pasar Senen, berdiri sebuah tenda di mana di tempat itu berjejer puluhan kursi. Tak jauh dari tenda itu berdiri panggung permanen. Di panggung itu terpampang jelas sebuah tulisan Deklarasi Gema Gong Pancasila.
Bekas hujan yang mengguyur malam itu membekas di area Monumen HKSN. Hujan yang sebelumnya turun bisa jadi membuat panitia khawatir sebab acara yang akan digelar pukul 20.00 yang dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo bisa terganggu. Syukur hujan reda satu jam sebelum acara dimulai.













