porosNUSANTARAnews --- email : porosnusantaranews@gmail.com porosNUSANTARA.news

Rabu, 25 Mei 2016

PTKP dan KMBJ Resmi Melaporkan Kasus Teluk Banua ke Bareskrim Polri

foto : istimewa 
Reklamasi teluk banua sebagaimana diketahui telah berlangsung lama dan menyedot perhatian banyak kalangan, pro kontra mulai dari ijin reklamasi sampai pada penolakan masyarakat pulau lombok yang merasa dikorbankan akibat mega proyek yang melibatkan investor ternama dalam negeri, namun menjadi ironis bagi pemerintah provinsi baik bali terlebih lombok yang bukan tujuan investasi sama sekali mengabaikan harapan dan daya tolak masyarakat yang sangat massif, sederhana saja melihat masalah ini, dari perspektif sosiologis jelas hal ini merugikan begitu pula dari sisi ekonomis juga tidak memberi dampak berimbang antara manfaat yang dihasilkan dengan dampak lingkungan yang sangat besar, namun faktanya pemerintah NTB seolah menutup mata dan tetap memberi ijin pengerukan pasir pada wilayahnya, kondisi ini memberi keyakinan kepada kami bahwa telah terjadi persekongkolan jahat yang diduga kuat berujung pada penyuapan/gratifikasi, oleh sebab itu menempuh jalur hukum adalah langkah yang tepat untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dibalik pemaksaan kehendak penerbitan ijin pengerukan pasir tersebut. Bahkan hal ini telah diungkap oleh salah satu wakil rakyat fraksi golkar bagus adi mahendra melalui (teropong senayan 11 mei 2016) yang menyatakan bahwa investor sudah keluar uang Rp 1 triliun termasuk dugaan untuk kepentingan pengamanan izin diwilayah daerah NTB dan daerah tempat pengerukan pasir demi kepentingan proyek reklamasi teluk benoa di Bali.

Ahmad Dhani Cs Gelar Konser Revolusi Pancasila di Gedung DPR Kamis 26 Mei

Jakarta - Ahmad Dhani dan Dewa 19 akan menggelar konser bertajuk "Revolusi Pancasila" di gedung anggota dewan Kamis, (26/5/2016) mendatang. Apa pesan moral yang disampaikan Ahmad Dhani dkk?

Untuk mematangkan persiapan konser tersebut, Ahmad Dhani mendatangi ruang kerja wakil ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2016).

"Iya (Dhani datang), mau bahas konser Pancasila," ujar Fadli Zon.

Konser tersebut akan digelar di ruang Pustaloka Gedung Nusantara IV. Selain Dewa 19, penyanyi yang akan hadir memeriahkan acara ini antara lain, Judika, Ari Lasso, Virzha, dan Alex Rudiart. Konser dimulai pukul 19.00 WIB, masyarakat diperkenankan menonton setelah mendaftarkan diri di pihak terkait.

Selain acara konser musik, akan digelar juga seminar dengan tema yang berkaitan dengan Pancasila. Pembicara yang dihadirkan antara lain, cucu sang proklamator, Rachmawati Soekarnoputri, pakar hukum Margarito Kamis, aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dan Yudi Latief. Tema "Revolusi Pancasila" juga dipilih dalam seminar tersebut.

Akhir-akhir ini memang kecintaan masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai Pancasila tengah disorot. Masih segar di ingatan kita, kasus penyanyi dangdut Zaskia Gotik beberapa waktu lalu yang dianggap merendahkan Pancasila dengan menyebut lambang dari sila ketiga dengan "bebek nungging".

Belum lagi isu paham komunis yang tengah berkembang kembali di bumi Pertiwi. Nilai-nilai Pancasila dinilai banyak pihak harus benar-benar ditanamkan agar merasuk di jiwa rakyat Indonesia.

Indonesia Menerima 8 dari 61 Tank Tempur Leopard 2A4 Jerman

Leopard 2A4 (foto: istimewa)
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) untuk pertama kalinya menerima delapan dari 61 tank tempur Leopard 2A4 Jerman.

Tank tempur ini merupakan tank generasi ketiga atau MBT yang dipesan Indonesia pada Desember 2012.

Penerimaan delapan tank tempur Leopard 2A4 ini disampaikan eksekutif dari Rheinmetall Defence—sebuah kontraktor pertahanan Jerman—kepada IHS Jane Defense Weekly dalam acara Land Forces Symposium 2016, yang dikutip Sindonews,Selasa (24/5/2016).

Rheinmetall saat ini sedang dalam proses upgrade 61 Leopard 2 MBT untuk apa yang disebut sebagai standar revolusi. Paket upgrade tersebut membutuhkan sejumlah modifikasi tertentu yang diminta oleh militer Indonesia untuk membuat tank lebih cocok untuk pertempuran di perkotaan.

Secara keseluruhan, TNI-AD telah memesan 103 Leopard 2A4 bekas pakai, termasuk yang dilengkapi dengan sistem pendingin udara sesuai iklim tropis di Indonesia.

Mahfud MD: Dunia peradilan kita sudah sangat bobrok

foto : istimewa
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh Mahfud MD angkat bicara atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang, Bengkulu Janner Purba, Senin 23 Mei 2016 sore.

"Dengan OTT yang sudah berkali-kali berarti jual beli perkara di pengadilan sudah menjadi hal biasa. Hakim-hakim tidak ada rasa takutnya meski banyak koleganya yang sudah di-OTT. Bagi mereka tampaknya kalau kena OTT hanya karena apes," kata Mahfud kepada SINDO, Senin 23 Mei 2016 malam.

Mahfud mengaku tak bisa berkata apa-apa menyikapi penangkapan hakim Janner dan hakim atau panitera yang sebelumnya lebih dahulu diciduk KPK. Bahkan menurut dia, sudah habis bahan untuk menjelaskannya.

"Dunia peradilan kita sudah sangat bobrok. Dunia peradilan kita banyak dikerimuni dan ditongkrongi setan. Jubah hakim jadinya seperti jubah iblis dalam karya-karya Harry Potter. Jubah hakim kadang bukan memancarkan kewibaan tapi memancarkan wajah setan yang memuakkan," tandas Mahfud.

ICMI mendesak pemerintah untuk menerapkan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual pada anak

foto: istimewa
Jakarta - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendesak pemerintah untuk menerapkan hukuman mati bagi pelaku kejahatan seksual pada anak. ICMI menilai rencana pemberlakuan hukuman kebiri belum mampu menimbulkan efek jera.

"Pelaku yang hanya dihukum kebiri, dampaknya bisa lebih mengerikan. Tapi, jika hukuman mati diberlakukan, nanti tidak ada dampak-dampak lagi," ujar Wakil Ketua Umum ICMI Pusat Sri Astuti Buchari, di Jakarta, Kamis, 19 Mei 2016 lalu.

Sri mengatakan hukuman kebiri memiliki dampak yang lebih panjang, baik secara medis, psikologis, dan sosial. Tetapi, Sri mengkhawatirkan dengan berbagai dampak itu justru muncul kejahatan yang lebih mengerikan.