porosNUSANTARAnews --- email : porosnusantaranews@gmail.com porosNUSANTARA.news

Sabtu, 21 Mei 2016

PULANGLAH UNTUKKU (Syifaul Falasifah)

foto : istimewa
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan buat Rohimah, pasalnya suaminya yang sudah tiga tahun tidak berada di sisi nya kemarin menelepon akan pulang dari rantau sore ini.

“Bu, bapak akan pulang hari ini, mungkin lusa sudah di rumah. Kabar anak-anak gimana bu?” kata suaminya, Rosyid dari balik telpon.

“Anak-anak baik pak, kita semua sudah kangen banget sama bapak” kata Rohimah.

“Ya sudah, tunggu bapak di rumah yah” kata suaminya lagi.

Rohimah tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya di depan kedua anaknya, Siti dan Reza.

“Nak, bapak besok pulang sayang…” kata Rohimah seraya memeluk kedua buah hatinya itu erat-erat.

“Beneran bu?” Tanya kedua anaknya antara senang dan tak percaya.

Rohimah tidak sanggup berkata lagi karena menahan bahagia, dia hanya bisa mengangguk dengan puliran air mata menetes melewati pipinya.

Rohimah masih ingat sekali ketika untuk pertama kalinya suaminya pergi meninggalkannya. Ekonomi keluarga yang memaksa kebersamaan itu harus di tangguhkan. Kalau hanya mengandalkan sebagai kuli sawah di kampung, suaminya tidak mungkin bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Akhirnya dengan berat hati suaminya meninggalkan keluarga yang sangat dicintainya itu ke pulau sebrang, ke Sumatera.

Ratusan Warga Lansia Gaza Kunjungi Al Aqsa

foto : istimewa
GAZA CITY - -Ratusan warga Gaza akhirnya bisa mengunjungi Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dengan melintasi Erez. Mereka terdiri atas 300 warga Gaza berusia di atas 50 tahun yang menghadiri shalat Jumat di Al Aqsa.

Otoritas Jenderal Israel melarang Erez dilintasi bantuan kemanusiaan dan kendaraan darurat tiap Jumat sementara perbatasan ini resmi tutup tiap Sabtu.

Kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri serangan Israel sejak 2014 ke Gaza disambut dengan berangkatnya serombongan warga Gaza ke Al Aqsa. Kunjungan warga Gaza semacam ini sering kali terhambat karena alasan keamanan atau hari raya Yahudi oleh Israel, demikian dilansir Maan News, Jumat (20/5).

Ini adalah Jumat pertama dimana warga Palestina dari Gaza dibolehkan beribadah di Masjid Al Aqsa setelah dua pekan sebelumnya Otoritas Israel melarang dengan alasan libur hari raya Yahudi.

ITW minta Kapolri hentikan Operasi Patuh

Operasi Patuh (foto : istimewa)
JAKARTA -- Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menghentikan Operasi Patuh, Zebra dan Simpatik yang setiap tahun digelar oleh Korps Lalu Lintas Polri. Operasi itu dinilai menghambur-hamburkan anggaran.

"Sangat tidak efektif, bahkan diduga ada praktik korupsi," Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan di Jakarta, Sabtu (21/5).

Edison menilai sebuah operasi digelar apabila ada indikasi akan terjadi peristiwa yang luar biasa atau akan adanya aktivitas masyarakat yang jauh lebih besar dari biasanya. Ia mencontohkan seperti saat Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

"Dan juga untuk mengantisipasi arus mudik yang membludak, Polri melalui Korps Lalu Lintas Polri menggelar Operasi Ketupat dan Operasi Lilin," ujar Edison.

Kemendagri Terima GEMA GONG PANCASILA dalam Audience 20 Mei 2016

foto : istimewa
Jakarta - Pasca pelaksanaan Deklarasi Kelurahan Kenari sebagai Kelurahan Pancasila, GEMA GONG PANCASILA diterima oleh Bapak Fran Sinatra, Kasubag Ormas Kemendagri dalam Audience yang dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 20 Mei 2016 di Gedung F Lantai 5 Kemendagri Jakarta Pusat.
GEMA GONG PANCASILA yang diwakili oleh Nur Ridwan, Alam Massiri dan Tanuri menjelaskan bahwa pasca Pelaksanaan Deklarasi tersebut, membawa respon yang tidak kecil, beberapa daerah yang segera merespon untuk melakukan hal yang sama antara lain adalah Bekasi, Banyuwangi, Madura, dan Kepulauan Riau.
Besarnya respon ini diharapkan dapat mengantisipasi banyak hal yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini, baik tentang Issu PKI, terorisme dan banyak hal lainnya.

Aksi Massa yang berakhir Rusuh d Gedung KPK, Jumat, 21 Mei 2016

Massa demonstran berlarian mengejar polisi
saat terjadi bentrokan dengan polisi di depan kantor KPK,
Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Bentrokan terjadi saat massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta Utara
mendesak masuk ke gedung KPK untuk mendesak
pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
JAKARTA -- Unjuk rasa (unras) dari elemen Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lainnya di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016) berakhir ricuh.

Para pengunjuk rasa melempar batu dan telor ke arah aparat kepolisian yang sedang berjaga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, menduga ada provokator yang sengaja menciptakan kekisruhan di aksi unras tersebut.

Untuk mencaritahu hal tersebut, maka aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan.

“Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Kami akan melakukan penyelidikan terhadap provokator,” tutur Awi kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/5/2016).

Selama melakukan penyelidikan, aparat kepolisian mencari alat bukti berupa rekaman video dari internal dan CCTV dari KPK.