porosNUSANTARAnews --- email : porosnusantaranews@gmail.com porosNUSANTARA.news

Sabtu, 21 Mei 2016

Bukti Bencana Besar Saat Bumi Dihantam Mega Asteroid 3,5 Miliar Tahun Lalu

science.howstuffworks.com
Sekitar 3,5 miliar tahun lalu, bumi dihantam mega asteroid yang menimbulkan bencana dahsyat. Hantaman itu meninggalkan banyak kawah besar di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS). Ahli menyebut bila itu adalah hantaman tertua kedua dan merupakan salah satu yang memiliki dampak besar terhadap planet ini.

Bukti hantaman asteroid itu telah ditemukan untuk pertama kalinya di dalam sedimen kuno di Australia. Temuan itu memberikan rincian menarik mengenai kondisi bumi saat itu. Berdasarkan hasil penelitian, mega asteroid itu kemungkinan memiliki panjang 20 sampai 30 kilometer. Itu jauh lebih besar dibanding batu luar angkasa yang membunuh dinosaurus Chicxulub. Hantaman mega asteroid tersebut menimbulkan gempa yang beberapa kali lipat lebih besar dari gempa bumi, membuat tebing runtuh, serta menyebabkan tsunami besar. Partikel kecil asteroid berupa kaca bulat yang disebut spherules terlempar ke seluruh dunia.

Raja Denpasar Ditempatkan di Ruang Isolasi Blok Tirtha Gangga


MANGUPURA- Usai Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Raja Denpasar, Cokorda Samirana yang bergelar Ngurah Jambe Pemecutan pada Jumat (20/5/2016) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Cokorda Samirana pun digiring ke Lapas Kerobokan. Tanpa menunggu lama, Cok Samirana langsung dimasukkan ke ruang tahanan.

Kalapas Kerobokan, Slamet Prihantara menjelaskan Cok Samirana berada di Blok Tirtha Gangga. “Terhadap beliau, karena sudah incracht keputusan dari Mahkamah Agung. Jadi beliau ditaruh di blok narapidana, diisolasi di sana. Bersama narapidana 9 orang narapidana umum lainnya dalam bangsal yang sama,” jelas Slamet.

LAGI, DIDUGA BOM DI SMAN 2 AMBON

ilustrasi : istimewa
Ambon - Benda yang dicurigai bom ditemukan di selokan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Ambon, Jumat (20/5).

"Benda mencurigakan di dalam kardus yang dicurigai bom, ditemukan di selokan SMAN 2 Ambon langsung diamankan tim Gegana Polda Maluku, " kata Dirreskrimum Polda Maluku, Kombespol Puguh Setiyono.

Ia mengatakan, temuan benda mencurigakan terjadi pada pukul 15.30 WIT, langsung dilaporkan warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan saksi DH, yang berada di TKP yakni melihat seorang anak kecil berusia kurang lebih 13 tahun, membawa bungkusan kardus ke SMAN 2 Ambon kemudian dilempar ke selokan kawasan sekolah.

Peradi Palembang Harus Lebih Eksis

Bakal Calon Ketua Peradi Palembang berfoto bareng
dengan LBH Cahaya Adil Nusantara,
foto bareng setelah menggelar talk show Peradi
dengan tema Peran Profesi Advokat Peradi Bagi Masyarakat
di Aula Universitas Palembang,
Jumat (20/5)
(foto:istimewa)
Perebutan KetuaPerhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kota Palembang, disinyalir akan kian memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) lanjutan pada akhir Mei mendatang, untuk menggantikan ketua Peradi sebelumnya Bambang Haryanto.

Beberapa nama yang telah mencalonkan diri, yaitu Hj Nurmala SH MH, Andri Meilansyah SH, dan Mr Soki SH MHum. Diharapkan, siapapun yang mengomandoi nanti, bisa menjadikan Peradi lebih eksis lagi dalam hal penegakan dan bantuan hukum di Sumsel.

Hal tersebut disampaikan, ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cahaya Adil Nusantara, Supiri, disela-sela talk show Peradi dengan tema "Peran Profesi Advokat Peradi Bagi Masyarakat" di Aula Universitas Palembang, Jumat (20/5/2016).

"Dengan adanya talk show ini, supaya para advokat dan masyarakat mengetahui kandidat ketua Peradi, dan sekaligus memperkenalkan LBH Cahaya Adil Nusantara" katanya.

Advokasi Layanan Publik di Jayawijaya Harus Ditingkatkan

Islami, ketua Forum Jurnalis Jayawijaya
 saat memandu diskusi.
(foto: istimewa)
WAMENA — Guna meningkatkan advokasi layanan publik, Kinerja Usaid, Jurnalis Warga Noken Jayawijaya, sejumlah wartawan di Wamena beserta budayawan Jayawijaya, Niko Lokobal, Rabu (17/5/2016) gelar diskusi di Gedung Sekolah Minggu Wamena, Papua.

Dalam diskusi yang digelar sehari itu banyak membicarakan mengenai peran media maupun jurnalis warga dalam menggali potensi-potensi atau keluhan-keluhan yang ada di masyarakat terkait pelayanan petugas Puskesmas maupun guru-guru di sekolah-sekolah di Jayawijaya.

Seperti yang disampaikan, Adem Wanente, anggota JW Noken Jayawijaya, terkait keluhan masyarakat dengan adanya guru-guru yang berjualan di halaman sekolah yang tentunya mengganggu proses belajar anak-anak.

“Ini selain menggangu anak-anak, guru-guru juga justru fokus terhadap jualan mereka, sehingga fokus terhadap pengajaran kepada anak-anak mengurang,” kata Adem dalam diskusi itu.