![]() |
| foto : istimewa |
“Bu, bapak akan pulang hari ini, mungkin lusa sudah di rumah. Kabar anak-anak gimana bu?” kata suaminya, Rosyid dari balik telpon.
“Anak-anak baik pak, kita semua sudah kangen banget sama bapak” kata Rohimah.
“Ya sudah, tunggu bapak di rumah yah” kata suaminya lagi.
Rohimah tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya di depan kedua anaknya, Siti dan Reza.
“Nak, bapak besok pulang sayang…” kata Rohimah seraya memeluk kedua buah hatinya itu erat-erat.
“Beneran bu?” Tanya kedua anaknya antara senang dan tak percaya.
Rohimah tidak sanggup berkata lagi karena menahan bahagia, dia hanya bisa mengangguk dengan puliran air mata menetes melewati pipinya.
Rohimah masih ingat sekali ketika untuk pertama kalinya suaminya pergi meninggalkannya. Ekonomi keluarga yang memaksa kebersamaan itu harus di tangguhkan. Kalau hanya mengandalkan sebagai kuli sawah di kampung, suaminya tidak mungkin bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Akhirnya dengan berat hati suaminya meninggalkan keluarga yang sangat dicintainya itu ke pulau sebrang, ke Sumatera.




