![]() |
Bukti hantaman asteroid itu telah ditemukan untuk pertama kalinya di dalam sedimen kuno di Australia. Temuan itu memberikan rincian menarik mengenai kondisi bumi saat itu. Berdasarkan hasil penelitian, mega asteroid itu kemungkinan memiliki panjang 20 sampai 30 kilometer. Itu jauh lebih besar dibanding batu luar angkasa yang membunuh dinosaurus Chicxulub. Hantaman mega asteroid tersebut menimbulkan gempa yang beberapa kali lipat lebih besar dari gempa bumi, membuat tebing runtuh, serta menyebabkan tsunami besar. Partikel kecil asteroid berupa kaca bulat yang disebut spherules terlempar ke seluruh dunia.



