porosNUSANTARAnews --- email : porosnusantaranews@gmail.com porosNUSANTARA.news

Jumat, 20 Mei 2016

Mengapa Hari Kebangkitan Nasional Diperingati Setiap Tanggal 20 Mei

DR. Sutomo (foto : istimewa)
pnews - Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Pada tahun 2015 ini, kita selaku bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional tersebut yang ke 107. Dalam sejarahnya, Kebangkitan nasional dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dimana ditandai dengan bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang tidak pernah muncul selama penjajahan berkuasa dan bumi pertiwi ini dikuasai oleh Belanda dan Jepang.

Pada awal berdirinya, organisasi Boedi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo ini hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial budaya. Organisasi ini mendirikan sejumlah sekolah yang bernama Boedi Oetomo dengan tujuan berusaha memelihara serta memajukan kebudayaan Jawa. Anggota Boedi Oetomo terdiri dari kalangan atas suku Jawa dan Madura. Namun sejak tahun 1915 organisasi Boedi Oetomo mulai bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Boedi Oetomo yang berciri politik disebabkan oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.

H-1, Pendaftar SBMPTN Unhas 23.477 Orang

Universitas Hasanudin Makassar (foto: istimewa)
PNews, MAKASSAR - Jumlah pendaftar jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Hasanuddin hingga tanggal 19 Mei 2016, pukul 16.20 Wita tercatat 23.477 orang.

Dikutip dari rilis Humas Unhas, Kamis (19/5/2016), jumlah pendaftar SBMPTN ini terbanyak dari Sains dan Teknologi (Saintek) 10.322, Sosial Humaniora (Soshum) 5.814, dan Campuran 7.341. Pendaftaran SBMPTN bakal ditutup, Jumat (20/5/2016).

Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dalam beberapa kesempatan pertemuan internal menyebutkan, daya tampung Unhas setiap tahun berkisar 5140 orang.

Jumlah daya tampung tersebut disesuaikan dengan jumlah keluaran Unhas yang setiap tahunnya melalui 4 kali pelaksanaan wisuda sarjana (Maret, Juni, September, dan Desember).

Panglima TNI: Tetap Jaga Kekompakan dan Jiwa Korsa

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan
kepada 1.000 Prajurit TNI dari AD, AL dan AU
se-wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
(Foto: Istimewa)
PONTIANAK, PNews - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta agar setiap prajurit dalam bekerja tetap menjaga kekompakan dan jiwa korsa. Demikian dikatakan Panglima TNI di dampingi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Agung Risdhianto saat memberikan pengarahan kepada 1.000 Prajurit TNI dari Angkatan Darat,Angkatan Laut dan Angkatan Udara se-wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah di Aula Kodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kamis (19/5).

Dalam pengarahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan hal-hal mendasar seperti peningkatan disiplin dan loyalitas terhadap atasan maupun satuan. "Setiap prajurit harus tetap menjaga kedisiplinan dan loyalitas kepada atasan dan selalu menjadi contoh serta teladan dalam kehidupan sehar-hari," ujarnya.

"Tantangan kedepan tidaklah ringan dalam menghadapi era global, sehingga para prajurit harus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam berbagai ilmu pengetahuan," kata Panglima TNI.

Menko Puan kunjungan ke lokasi Soekarno temukan burung Garuda

Puan kunjungan ke tempat soekarno temukan burung garuda. ©2016 Merdeka.com/istimewa
pnews. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, melakukan kunjungan kerja wisata sejarah ke Desa Lobo, Kaimana, Papua Barat, Kamis (19/5). Dalam kesempatan itu, Puan berdialog dengan warga dan siswa SD YPK (Yayasan Pendidikan Kristen) Lobo.

Kepada siswa SD YPK Lobo yang sebanyak 232, Puan menjanjikan akan membelikan sepatu masing-masing satu pasang. Konon, Lobo disebut sebagai tempat Presiden Soekarno menemukan Burung Garuda Pancasila yang dalam bahasa daerah setempat disebut Iyambo.

Selain itu, Presiden Soekarno juga pernah membuat tongkat kayu dari kayu timomor, yang merupakan kayu paling baik di dari Gunung Siri, Lobo.

"Saya sangat senang bisa sampai di sini. Di sinilah Bung Karno menemukan burung Garuda yang kemudian menjadi lambang negara kita," kata Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/5).

Kamis, 19 Mei 2016

Bebek Nungging, Bukan Sebuah Penghinaan???

Ahok dan Zaskia Gotik (foto istimewa)
Jakarta - Pedangdut Zaskia Gotik yang saat ini tersangkut kasus penghinaan lambang negara sudah menjadi sorotan tersendiri. Sekarang ini berbagai pihak banyak yang memberikan pendapat yang negatif atas penghinaan yang dilakukan Zaskia Gotik terhadap lambang negara dan Pancasila dimana dirinya menyebutkan lambang sila ke 5 dari Pancasila merupakan bebek nungging, yang tentu saja merupakan sebuah penghinaan besar bagi simbol negara Indonesia, lalu melihat kasus ini Ahok selaku Gubenur DKI Jakarta menanggapi dengan berkomentar

"Agak susah yah, kalo saya jawab kamu bisa salah paham gitu, kalo menurut saya kita harus membedakan ketika seseorang membuat sebuah mainan, lelucon, becandaan sama aja dengan orang nyebarin Pancasila dirumah-rumah, Ketuhanan Yang Maha Esa dirubah menjadi keuangan yang maha esa waktu itu engga ada yang ribut koq, makanya relatif tergantung anda memandangnya seperti apa? kalo menurut saya mengenai kasus penghinaan lambang negara oleh Zaskia Gotik harusnya ya ditegur aja"