porosNUSANTARAnews --- email : porosnusantaranews@gmail.com porosNUSANTARA.news

Minggu, 12 Juni 2016

Tiga Jurnalis di Jayapura Disandera dan Diancam


foto : istimewa
PNews, Jayapura — Tiga orang wartawan dari media cetak dan elektronik, baik lokal dan nasional sempat diancam dan disandera oleh oknum warga ketika meliput pemungutan suara ulang Pilkada di Kabupaten Mamberamo Raya pada Kamis (9/6).

Andika Wamafma, kontributor TVRI ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Sabtu malam, membenarkan bahwa dirinya diancam oleh oknum warga salah satu pendukung tim sukses calon kepala daerah di Kampung Wayakedi.

“Ketika saya sedang meliput persiapan pencoblosan, tiba-tiba tim sukses dari pasangan calon nomor tiga mendatangi saya dengan sejumlah oknum warga. Mereka menaruh parang dileher saya dan mengarakan anak panah,” katanya.

Mereka juga meminta agar wartawan tidak boleh mengambil gambar, lalu menyita kamera dan kartu pers.

Busana Jokowi Saat Buka Pesta Kesenian Bali Disorot Nitizen

foto : istimewa
Pnews, Jakarta, — Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-XXXVIII di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Pada ajang tahunan itu Jokowi mengenakan pakaian adat Bali.

Ia mengenakan baju safari hitam dan udeng (topi khas Bali). Hanya saja, Nitizen tetap menyoroti busana Jokowi tersebut. Apa pasal? Rupanya, celana panjang hitam Jokowi yang melebihi kain kamen (kain adat Bali) berwarna hitam merah marun yang dipakainya. Sejumlah Nitizen mengira kain kamen yang dipakaikan kepada Jokowi adalah di situasi dadakan.

Menurut Nitizen, Jokowi hanya mengenakan baju safari dan celana panjang hitam serta udeng. Salah seorang Nitizen, Lubdaka Kebik mengomentari gaya busana mantan Gubernur DKI Jakarta itu. “Tumben pak presiden yg membuka PKB pakai baju adat Bali tp ama celana panjang..lucu tp ttp terimakasih udah mau datang kebali,” celotehnya di situs jejaring sosial Facebook, Sabtu (11/6).

Jumat, 10 Juni 2016

Pemrov Riau Teken MoU Pengembangan Pelabuhan Samudra Kuala Enok


PEKANBARU, riaueditor.com - Sebagai upaya mendorong pembangunan dan pemerataan arus barang di bagian selatan provinsi Riau, pemerintah provinsi Riau bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero, Rabu (8/6/2016) sore, melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang kerjasama pengembangan pelabuhan Samudra Kuala Enok kabupaten Indragiri Hilir.

Penandatanganan MoU tersebut digelar di Balai Pauh janggi gedung daerah Pekanbaru, dan dihadiri lansung oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman beserta jajarannya dilingkungan pemerintah provinsi Riau.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada sambutanya mengatakan, dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman tentang kerjasama pengembangan pelabuhan Samudra Kuala Enok diharapkan selanjutnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi Riau.

Mulai tak Dipercaya Publik, MA Pusing Tujuh Keliling

JAKARTA - Mahkamah Agung pusing tujuh keliling akibat banyaknya hakim yang tertangkap tangan melakukan suap. Salah satu Hakim Agung Gayus Lumbuun pun menyebut kini kepercayaan publik terhadap lembaganya sudah luntur.

Oleh karena itu, ia meminta pimpinan Mahkamah Agung segera menggelar rapat pleno lengkap guna mencari solusi atas menurunnya kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan pengadilan.

"Masyarakat saat ini sudah kecewa dengan dunia peradilan karena di semua tempat yang kena tertangkap tangan adalah pimpinan-pimpinan lembaga peradilan. MA harus segera rapat pleno lengkap dengan menyertakan seluruh hakim agung," ujar Gayus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Kamis, 09 Juni 2016

9 Fakta Garuda Pancasila yang Bikin Nasionalisme Kamu Bangkit


Garuda Pancasila, lambang negara kita ini ternyata menyimpan sejumlah fakta keren, kece, dan unik. Bintang.com menemukan beberapa bukti kalau Garuda itu memang luar biasa.






1. Nama Pancasila berasal dari dua kata sansekerta yakni Panca (lima) dan Sila (prinsip).